Kampanye Modal Dikit Donk!!!!

Sebel!!! Banget!! Banget Sebel!

Gimana nggak lo, acaranya ditunggangi lagi. Sepertinya nggak cukup waktu jaman pemilihan Bupati kemarin Incumbent menunggangi acara masyarakat, Pilkada Kota Tangerang yang kampanyenya secara hukum belum dimulai juga memanfaatkan acara yang diselenggarakan masyarakat.

Peringatan Isra Mi'raj yang diselenggarakan DKM Baiturrohmah *yah walaupun yang kerja kita – kita anak RAMAH disusupi kegiatan kampanye yang nggak jelas. Gimana nggak sebel coba, baru sambutan DKM saja Ketua DKMnya sudah menyinggung dengan vulgar nama calon wakil dari walikota mendampingi Incumbent.

"Terima kasih atas kehadiran Bapak Arif R Wismansyah yang sudi menyambangi masjid kami ini. Sebagai calon yang akan mendampingi bapak Wahidin Halim (selanjutnya disebut WH) kami sangat berbangga diri malam hari ini. Kebetulan sekali kami akan melakukan renovasi terhadap plafon masjid yang sudah usang. Kepada seluruh hadirin, mohon kiranya bantuan dapat diberikan….,"

Baru dari DKM, belum lurahnya yang menurut gue nggak layak disebut sambutan. Gila Bo'! 10 menit waktu yang diberi MC buat dia sambutan terhadap terselenggaranya acara, malah dipake buat menghormati lebih dari 20 tamu undangan yang dia kenal.

"Yang saya hormati Bapak Calon Wakil Walikota, Bapak Arif Wismansyah, yang telah sudi menghadiri peringatan Isra Mi'raj warga kami ini. Kami sangat mendukung bapak dan Pak WH untuk melaju kembali menjadi pasangan pemimpin di kota Tangerang ini. Yang terhormat Bapak Camat Jatiuwung yang belum tentu bisa hadir di setiap acara warganya. Karenanya kami sangat bangga bapak bisa berkumpul bersama kami disini. Yang saya hormati sesepuh Keroncong permai Bapak Parmuji, bapak Sutarya, dan Bapak Reno. Yang saya hormati ketua RW 02 dan RW 03. Yang saya hormati………"

10 menit kemudian…

"Yang saya hormati …..……dan semua tamu undangan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu dalam sabutan ini. Untuk bapak – bapak ibu – ibu, cukup sekian dari saya. Terima kasih kalau ada salah saya mohon maaf."

Dan Guyz, yang paling mengesalkan adalah sambutan dari CAMAT *calon mati Jatiuwung yang jelas – jelas berkampanye ria.

"…Bapak – bapak ibu – ibu, saya tidak akan berbicara panjang lebar. Yang ingin saya sampaikan hanya pesan Bapak Wahidin Halim bahwa beliau mengucapkan terima kasih atas partisipasinya bersama – sama mebangun Kota Tangerang. Yang beliau lakukan saat ini hanyalah baru permulaan. Kita bisa menikmatai sekolah gratis dimana lagi kalau bukan di Tangerang. Bangunan sekolah sudah banyak yang diperbaiki beliau. Itu baru dari segi pendidikan. Belum hal lainnya. Karenanya beliau sama – sama mengajak masyarakat untuk membangun kembali Kota Tangerang 5 tahun kedepan."

"Ya bapak – bapak, ibu – ibu. Pak Wahidin akan mencalonkan kembali sebagai walikota. Dan bersyukurlah bahwa bapak wahidin hanya akan cuti selama proses Pilkada nanti dan tidak mundur dari jabatannya. Melihat kemajuan yang suadh dibuat pak Wahidin, saya mengajak warga jatiuwung untuk mendukung beliau kembali sebagai walikota Tangerang….."

Idih!!! Kampanye abizz pokoknya. Acara yang tadinya menarik buat gue karena jarang banget lho masjid ini biasa nyelenggarain acara – acara peringatan hari besar islam akibat perbedaan harakah islamiiyah *jangan ditiru neh jama'ah masjidnya mendadak bikin gue pengen pipis terus dan bolak – balik kamar madi *deuh! Hubungannya?

Sambutan selanjutnya tak kalah heboh. Pak Arif yang dielu – elukan akhirnya naek ke panggung. Tak sekedar memperkenalkan diri, Pak Arif juga tampak termehek – mehek dengan dipilihnya beliau untuk mendampingi WH.

Si Ustadz yang sedari tadi menunggu giliran untuk naek ke panggung kelihatan gusar. Tampak diwajahnya saat beberapa kali menerima panggilan masuk di Communicatornya. Kadang sesekali beliau menggeleng pelan saat Pak Arif sedikit berceramah tentang Isra Mi'raj dan teladan mulia kita semua, Rasulullah Saw.

Tapi menurut gue yang bikin si Ustadz gusar adalah waktu yang semakin larut malam. Gila abizz bro, sampe jam 10 acara sambutan baru kelar. Padahal acara dimulai pukul setengah Sembilan.

Syukurlah tausyiah dan ceramah Ustadz yang kocak abiz perlahan – lahan memupus kegondokan hati gue. Thanx Pak Kyai….

So, yang pengen gue komentari ya cuman acara Kampanye kayak gini. Nggak cuman sekali soalnya. Dulu pas Maulid nabi pun bertepatan dengan PilBup Tangerang, incumbent dan pasangannya terang – terang menjelek – jelekkan calon lainnya.

Yang jadi pertanyaan kenapa harus mereka masuk ke dalam acara – acara masyarakat dengan jual kecap kampanye. Padahal tak ada sama sekali supportnya terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Nah, wajar kan kalo gue Bilang, Mau Kampanye modal dikit donk……..!!!

Bagi – bagi duit!! Sembako!! Ngasih bensin…. Tabung gas Gratis *hehehe…asal jangan pake dana pemerintah aja

Post a Comment

0 Comments