Patah Hati… Pelangi pun menjadi Kelam

Tak pernah aku membayangkannya

Bila insan sedang patah hati

Kali ini kurasakan sesungguhnya


 

Siang hariku bagaikan malam

Pelangiku berwarnakan kelam

Inikah yang dinamakan Patah hati


 

Tak ingin kujalani

Cinta yang begini

Yang kutahu Cinta itu Indah


 

Tak ingin kurasakan

Jiwa yang tak tenang

Kumau kau tetap disisiku


 

Lyric of Yang Kutahu Cinta itu Indah

Afgan feat Nagita Slavina


 

Patah hati ? kayaknya memang nggak jauh beda dengan yang diungkapkan Afgan dan Nagita lewat lagu tersebut. Walaupun semua tahu kalau Cinta itu Indah, tapi pas saat patah hati dunia serasa berubah. Pelangi yang berwarna warni pun berubah jadi kelam. Malam cerah yang diterangi bulan tiba – tiba berubah kelam bahkan tanpa setitik cahaya bintang sama sekali.

Jomblo lagi – jomblo lagi…

Mungkin ada yang menggerutu begitu kali ya. Yang parahnya kadang menyalahkan nasib dan takdir yang jelas – jelas jalan dari Allah SWT. Astaghfirullah…

Berbicara tentang patah hati, sepertinya banyak yang pernah merasakannya. Lebih – lebih buat siapa saja yang kurang pintar menjaga hati. Wong yang pintar menjaga hati pun kadang terjebak dilemma saat dihadapkan dengan masalah seputar hati tersebut.

Salah satu dari sebab patah hati adalah pasangan yang mengingkari komitmen bersama. Sakit memang. Tapi ternyata disinilah Allah SWT menguji kita untuk semakin menata hati. Menerima setiap ujian yang dia berikan dengan lapang dada dan bersabar.

"Yakin aja akh, bahwa Allah selalu memberi kita yang paling baik dari apa yang kita butuhkan. Bukan apa yang kita inginkan. Jangan terlalu terluka akh, atau bahkan berusahalah untuk tidak terluka karena nafsu senantiasa ingin memiliki hati kita. Kalau semuanya dilakukan dengan ikhlas sepnuhnya mengharap ridho Allah apapun yang diberi merupakan yang terbaik buat kita."

"Sudah…lupakan saja. Jangan sampai waktu produktif kita habis buat sesuatu yang tidak baik menurut Allah…"

Thanx bro sms nya…..

Kadang memang aku geli dengan perasaan hati ini yang mencoba menduakanNya. Dengan dihadapkan pada masalah hati ini, aku baru tahu ternyata Patah Hati itu memang menyakitkan. Itu baru sebatas interaksi kita dengan sesama manusia.

Bagaimana jika kemudian Allah SWT yang "Patah Hati"? Bisa mungkin disebabkan kita yang tak patuh akan perintahnya. Atau tadi, menduakan CintaNya. Astaghfirullah….

Tentu adzab dan murkanya sangat pedih.

Alhamdulillah wa Syukurillah….

Post a Comment

0 Comments