PKS nggak Boleh Pacaran ya ?

"Pak, emangnya kalo di PKS nggak boleh pacaran ya?" Si Jangkung muridnya Hari tiba – tiba ngasih pertanyaan di luar konteks belajar siang kemarin.

Habis utak – atik mesin dan perhitungannya, siswa belajar IDP OSRAM tersebut memberikan pertanyaan yang menurut Hari aneh tapi menggelitik. Terang aja guyz, Hari begitu juga dengan Aku sama – sama simpatisan yang berubah status jadi kader sejak ikutan mentoring di Kampus dulu.

Kendati udah dimulai sejak tahun 2005 lalu, aku maupun Hari sempat cuti panjang dari kegiatan mentoring yang kemudian kami sebut Liqo tersebut. Hari karena pindah kuliah ke LA dan nggak ketemu dengan MR (Baca: Murobbi) barunya berhenti ikut mentoring hingga lulus kuliah dari sebuah PTS disana. Sedangkan aku yang tadinya kerja di Tangerang harus dimutasikan ke Jakarta dan otomatis off dari kegiatan mentoring. Hanya pengajian rutin pekanan bersama Ust.Acep jadi sarana buat menjaga kadar Iman yang katanya bisa naik turun ini.

"Emangnya di Partai lain boleh pacaran?" Hari balik nanya.

"Lha, bukan gitu pak. Katanya kalo sudah masuk PKS kita nggak boleh pacaran lagi," si murid tidak menjawab.

"Iya tapi bapak Tanya. Yang membolehkan pacaran siapa?"

"Ngg…"

Si murid terdiam.

"Nah, nggak bisa jawab juga. Gini lho," Hari coba menjelaskan. Kalau bapak nggak pernah melarang pacaran.."

"Lha, bukannya bapak PKS?"

"Kamu itu Lha Lha aja dari tadi. Dengerin dulu bapak. Bapak nggak pernah melarang pacaran asal pada tempatnya."

"Maksudnya, di tempat gimana pak?" si Murid tambah bingung saja.

"Ya, sesuai porsinya.."

"Makan kaleeee sesuai porsi," si murid yang makin bingung nyeletuk juga akhirnya.

"Ya udah. Besok malam ke rumah bapak aja. Sekalian bapak ajak ke Launcing Niji."

"Aseekk!! Nonton Niji gratisan pak?"

"Cah Gemblung! Niji itu Calon Walikota dan Wakilnya dari PKS. Udah! Pokoknya besok malam ke rumah bapak aja."

Begitulah cerita Hari padaku tentang kepolosan muridnya di IDP tadi malam.

"Waduh Har, sepertinya calon baru tuh buat digaet ikutan mentoring. Ntar tak cariin sopo sing iso," kataku padanya.

"Oea, gue jadi penasaran juga denger jawaban lo kalo tadi siang sempet lo terusin jawabannya. Emangnya sesuai porsi itu gimana Har?"

"Yaelah Bang! Ya pokoknya sesuai porsi lah. Jangan berduaan. Kalo bisa mah pasti bertiga ama syetannya. Wakakak….,"

"Woi, gue serius neh!"

"Abang ndiri gimana?"

"Ya sama. Abang nggak bakal melarang pacaran koq walaupun memang banyak yang mengharamkan aktivitas penuntun menuju zina tersebut."

"Truz?"

"Seperti kata lo juga. Yang penting pertama nggak dilakukan dengan pasangan lain jenis lebih – lebih sesama jenis. Kedua, nggak ada kontak fisik apalagi batin. Ketiga boleh dilakukan kalo keduanya baik cewek mo cowok udah diikatkan dengan perjanjian suci Ijab Qabulnya. Dan yang pasti nggak boleh ketahuan sama Tuhan kalo nomor tiga tadi nggak dipenuhi. Monggo kalo mo pacaran… "

"Gugragggsss!!!"

Post a Comment

0 Comments