Halal bi Halal….

Masih suasana Lebaran dan Syawalan niy Bro n Sis. So, gue pengen ngucapin Taqabbalallhu Minna Waminkum, Shiyaamana WaShiyaamakum…

Oea, seperti biasanya ba'da Lebaran gini rame – rame organisasi, perusahaan, lembaga, dll ngadain acara yang oleh masyarakat Indonesia disebut Halal bi Halal. Dari beberapa ustadz yang sering gue denger acara Halal bi Halal yang nggak ada contohnya itu di jaman Rasulullah dulu, berarti menghalalkan yang tadinya diharamkan di bulan puasa. Semisal, makan dan minum di siang hari.

Nah, Halal bi Halal pertama yang gue ikutin adalah Halal bi Halal di kampung gue (Namang City ~ Bangka Tengah). Acara pengganti "nganggung" ini diisi dengan Tausyiah Motivasi dari Bang Hendy, kakak kelas gue pas di SMA *Yah walopun pas gue masuk beliau keluar yang sekarang menjadi trainer di MASTER (Mata Air Surga Training Center).

Subhanallah guyz…. Asli!! Gue sangat tersentuh dengan tausyiah tersebut. Efeknya setiap hari gue selalu berusaha untuk senantiasa memaknai hidup ini. *Thanx Bang'

Acara yang diselenggarain sama IRMAS (Ikatan Ramaja Masjid) Namang tersebut menjadi yang pertama. Soalnya dari dulu2 nggak pernah ada kegiatan seperti ini. Yang ada, biasanya sehabis Sholat 'Ied rame – rame warga nganggung *bawa makanan ke balai desa, truz tahlilan, truz makan2 deh. Namun, seiring berjalannya waktu, acara ini menjadi sepi pengungjung.

Yaiyalah… secara, ba'da Sholat 'Ied kan biasanya banyak tamu – tamu yang dating. Blom lagi musti sungkeman ke keluarga besar masing – masing.

So, acara pun di ganti dengan Halal bi Halal seperti yang gue certain tadi di malam lebaran hari ke-3.

Halal bi halal lainnya gue ikutin di perum Aster Cibodas Tangerang tadi malam. Alhamdulillah, Nasyid TIRTA pun ikut berpartisipasi di acara tersebut dengan menyumbangkan 4 buah Nasyid, yakni Sholawat Badar, Medley Nasyid, Rindu Rosul, dan Hari Lebaran.

Acara semakin bermakna dengan hadirnya Ust. Jamhuri, Lc yang banyak member pencerahan. Salah satunya yang gue inget bener – bener adalah bahwa bulan syawal ini merupakan bulan peningkatan. Bulan pembuktian apakah latihan selama Ramadhan kemarin Berhasil, hingga benar – benar predikat Taqwa dapat kita sandang.

Nah, menurut Ustadz yang sering On Air di Star Fm 107,3 Tangerang ini, ada 5 cara agar Ujian di bulan Ramadhan ini semakin berasa di syawal dan 10 bulan berikutnya hingga berjumpa kembali dengan Ramadhan.

  1. Mu'ahadah, mengingat janji kita dengan Allah. Yakni, janji kita untuk menyembah dan senantiasa beribadah padanya. Janji kita bahwa tuhan itu hanya Allah SWT yang satu, tidak beranak dan tak pula diperanakkan.
  2. Muroqobah, merasa bersama dengan Allah. Masih ingat Ramadhan kemarin kan guys. Ada yang berani masuk kamar trus ngunciin diri kemudian minum sepuasnya di siang hari? Nggak…. Karena Allah senantiasa melihat kita, mengawasi kita…
  3. Muhasabah, mengintrospeksi dan mengevaluasi diri. Menurut Ustadz, waktu yang paling tepat adalah sesaat sebelum tidur. Bagaimana Ibadah hari ini? apakah target hari ini tercapai semua? Apa kendalanya? Bagaimana solusinya?

    Karena sebaik – baiknya amal adalah kontinuitas (berkelanjutan)

  4. Mu'aqobah, memberikan sanksi pada diri sendiri saat lalai. Ini yang mungkin berat, karena kita benar – benar belajar mendisiplinkan diri. Iqob (hukuman) apa yang akan kita berikan ketika target yang telah ditetapkan tidak tercapai?
  5. Mujahadah, melawan hawa nafsu…. Puncak dari mengendalikan diri.


 

Semoga kita semua menjadi hambanya yang sholeh dan memperoleh predikat takwa sebagaiaman yang dijanjikan Allah SWT untuk mereka yang beriman kemudian mengerjakan ibadah puasa bulan Ramadhan.

Post a Comment

0 Comments