Lakukan Semampumu

Satu lagi cerita yang sayang bila tidak dibagi dengan teman-temanku semua. Ini adalah cerita tentang seorang kakak sekaligus seorang saudara dan seorang ibu yang begitu semangat dan cintanya dalam membiayai keluarganya.

Sebut saja namanya bu Mira. Beliau memiliki 7 orang saudara akan tetapi semuanya itu adalah saudara tirinya. Ayahnya menikah lagi. Tapi malang setelah anak ke tujuhnya lahir sang ayah meninggal. Otomatis sebagai kakak tertua dia harus menggantikan posisi ayahnya sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah bagi keluarganya. Apalagi sekarang dia harus menghidupi 7 orang saudara tiri dan 2 orang ibu yang sudah renta. Ibu kandungnya dan ibu tirinya. Bu Mira mencari nafkah sebagai penjual gorengan dan buruh cuci di lingkungan tempat tinggalnya. Setiap hari dia melakukan semua itu tanpa banyak mengeluh. Mengeluh karena hanya dia seorang yang harus menanggung beban keluarga, mengeluh karena hanya dia yang notabene adalah saudara tiri harus rela membiarkan masa sekolahnya habis untuk membiayai adik-adik tirinya. Tapi begitulah Bu Mira. Dia tidak mengeluh karena dia sayang pada keluarganya.

Setiap hari dia bekerja mengumpulkan uang untuk menyekolahkan adik-adiknya dan ini tak tanggung-tanggung dia menyekolahkan adiknya sampai ke jenjang perguruan tinggi. Mungkin sangat mustahil jika kita memikirkannya. Dia hanyalah seorang penjual gorengan dan buruh cuci tapi mampu menyekolahkan adik-adiknya kejenjang yang tinggi. Tak hanya itu juga setelah ia menikah dan mempunyai anak dan suaminya meninggal dia pun harus memikirkan nasib kedua putrinya.

Semua adiknya ia sekolahkan sampai ketujuhnya menjadi orang yang berhasil. Ada yang menjadi seorang dokter, pegawai PLN, pegawai Telkom dan posisi-posisi yang tidak diremehkan dimasyarakat. Dia sangat bangga sekali dan tak pernah sekalipun terlintas dibenaknya bahwa apa yang ia lakukan itu suatu saat bisa dikembalikan oleh saudaranya. Tidak. Sama sekali tidak. Hal itu ia lakukan hanya semata-mata karena kasih sayangnya dan tanggung jawabnya di hadapan Allah.

Tapi setelah semua saudaranya berhasil ia kebingungan karena kedua anaknya telah beranjak dewasa dan mau memasuki jenjang perkuliahan akan tetapi ia sudah tidak punya apa-apa dan tenaganya yang semakin berkurang. Ia hanya pasrah pada pertolongan Allah, tapi tak disangka dan tidak diduga ia mendapat berita yang sangat membahagiakan. Kedua anaknya mendapatkan beasiswa penuh sampai jenjang S1 disebuah perguruan tinggi terkenal di kota Malang. Subhanallah?. Pertolongan Allah memang tidak disangka-sangka dari mana. Dan harus kita garis
bawahi bahwa saat menolong seseorang janganlah kita memikirkan tentang balasanya akan tetapi tolonglah semampu anda. Sebisa anda, karena anda tidak hanya bertransaksi dengan manusia saja. Akan tetapi anda juga sedang bertransaksi dengan sang pemberi segalanya. Bukankah saat kita menolong seseorang maka Allah juga menolong kita??

Dari milis sebelah…..

Post a Comment

0 Comments