Sekecil Apapun Sombong...

Pagi itu metro mini yang Mas Bejo tumpangi memutar cukup jauh dari rute yang seharusnya, karenanya mobil itu sudah penuh penumpang sehingga sepanjang jalan tidak perlu mencari penumpang. Sopir dan keneknya terlihat senang dan bangga dengan kondisi tersebut. Setiap mendahului metro mini rute sama sang kenek terlihat seperti mengejek temannya. Satu, dua , tiga bahkan mungkin sepuluh metro mini yang dia ejek. Yang diejek terlihat hanya diam saja. Mas Bejo hanya merenung dan bertanya dalam hati, kenapa mesti melakukan itu. Tapi Mas Bejo berprasangka baik mungkin itulah wujud kegembiraan sang kenek atau cara meluapkan kegembiraan.

Prittt….. metro mini tersebut distop Polisi. Ternyata metromini tersebut telah menurunkan penumpang/berhenti pada tempat yang dilarang. Dengan tidak bersemangat sang sopir memberikan "surat-surat kendaraan" yang nampaknya sudah dipersiapkan. Sejak saat itu sang kenek dan sang sopir lebih banyak terdiam. Mungkin yang terbayang adalah pendapatan pagi itu sudah harus dikurangi dengan sejumlah uang yang dilampirkan pada "surat-surat kendaraan" yang tadi diberikan pada Polisi. Atau barangkali sedang menyesali pelanggaran lalin yang telah dilakukan. Atau mungkin juga sedang menyesali kesombongan dan ejekan yang telah dia lakukan.

Sopir dan kernek tersebut "beruntung" karena mereka langsung "ditegur" oleh Alloh swt.

Begitulah dalam kehidupan sehari-hari sering kita merasa "di atas" orang lain, entah karena prestasi kita, entah karena harta kita, entah karena kecantikan dan ketampanan kita, entah karena kecakapan dan gelar kita, entah karena jabatan kita, atau karena sesuatu yang kita miliki lebih baik dari yang dimiliki orang lain. Padahal kita ini sekedar makhluk, kita bukanlah pemilik sesungguhnya, kita hanya dikasih kesempatan untuk memanfaatkan dan pemilik yang sesungguhnya adalah Al Kholiq yaitu Allah swt. Karenanya kita nanti harus mempertanggungjawabkan kepada Allah swt. Terus kalau mau sombong modalnya apa?

Sungguh yang berhak memakai "baju" sombong adalah hanya Allah Swt, karena Dia-lah pemilik segala sesuatu.

Ada satu kisah yang diabadikan di dalam Al Qur'an berkaitan dengan kesombongan. Ketika Allah swt menciptakan manusia (Nabi Adam as) yang akan menjadi kholifah di muka bumi, kemudian Allah memerintahkan kepada malaikat untuk sujud maka dengan serta merta malaikat melaksanakan perintah Allah swt tersebut. Sebaliknya iblis menolak ketika diperintah oleh Allah Swt. untuk sujud pada Nabi Adam as dengan alasan dirinya lebih baik dari Nabi Adam as. "Saya (kata iblis) lebih baik daripada Adam. Saya (kata iblis) dibuat dari api sedangkan Adam dibuat dari tanah." Akibat merasa lebih baik itulah kemudian iblis menjadi ingkar terhadap perintah Allah swt.

Ketika sombong melekat pada diri kita, efeknya adalah kita akan merasa lebih baik dari yang lain, kita akan menyepelekan orang lain dan ujungnya mengingkari perintah AllahSwt.

Yaa Allah jauhkanlah kami dari sifat sombong dan sifat-sifat jelek lainnya. Amiin

Post a Comment

3 Comments

  1. tulisan bagus bro,
    udah bener kok, alamat blogmu yang itu, itu cuma judul yang kutulis diblog sendiri, diklik juga langsung nyambunbg ke alamat mu. thanks

    ReplyDelete
  2. oh...gitu ya...
    udah disambung ke Blog yang ini kan?

    ReplyDelete
  3. Saya yang nulis ikut seneng lhoo ditampilin di blog ini, tapi Mas Said mestinya menulis penulisnya, sukur sukur ditulis sekalian alamat blog saya, biar sekalian promosi bliog saya. Asli yang nulis saya lhoo..

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda