Fatwa Koq Pilih - Pilih...

Beberapa hari ini di milis alumni kampus asyik dengan debat seputar Fatwa Haram yang dikeluarkan oleh MUI. TV-One sudah lebih dahulu menayangkan Debat seputar GolPut haram yang menghadirkan MUI versus MMI+Aktivis Demokrasi Liberal. Kemarin malam ANTV dengan Topik Kita. Dan tadi malam Today's Dialogue Metro TV mengupas tuntas topik "Obral Fatwa", sebuah bahasa yang sangat vulgar.

Prihatin, sangat boleh jadi. Koq bisa umat muslim terlihat seperti di adu domba. Bukan karena saya pro Fatwa haram tersebut. Atau bahkan saya termasuk bagian mereka yang menyangkal Fatwa. Tapi ini murni pendapat saya yang hanya tak ingin berkonflik. Lebih jauh lagi yang membuat perpecahan. Astaghfirullah....

Rasulullah Saw dalam sebuah haditsnya mengatakan bahwa ciri - ciri akan datangnya kiamat adalah salah satunya matinya para ulama. Inilah kemudian yang menjadi alasan bagi saya menulis komentar di beberapa Blog yang menjelek - jelekkan MUI. Hadits tersebut kemudian ditafsirkan bahwa kata - kata "wafat--mati"nya ulama tak hanya mati dalam arti nyawanya hilang. Namun juga matinya pengaruh ulama (yang hanif).

Ketika ada suatu hal baru maka para ulama berkumpul (Bukan sendirian lho,..misalnya Gus Dur doank) untuk berijtihad/ membuat fatwa. Kenapa? karena memang fatwa diperlukan agar ummat tidak bingung atau tidak pro dan kontra. Wallahualam kalau kemudian muncul pertentangan dari pihak - pihak tertentu yang nggak mau Fatwa tersebut. Kita juga tahu bahwa MUI bukan sekumpulan orang iseng yang nongkrong, tapi telah masuk kualifikasi untuk memberikan pendapatnya dimana pendapat ini nantinya sebagai pertimbangan keluarnya fatwa. Dan pastinya sebelum keluarnya fatwa mereka pun telah sangat mempertimbangkan segala sesuatunya.

Yang membuat saya heran adalah kenapa Fatwa - fatwa MUI lainnya masih diterima, sementara yang tentang Yoga, Golput, dan Rokok kok berani di bantah. Fatwa koq ya pilih - pilih. Mana yang disuka diambil, yang benci dibuang. Wah...sepertinya orang yang membantah MUI lebih pintar dari ulama - ulama di MUI. Tapi, herannya lagi, kenapa yang lebih pintar ini nggak masuk MUI ya? Mungkin sok pintarrrrr,,,,,,,

So, saya hanya bisa mengingatkan untuk kita semua, ya utamanya saya pribadi, untuk meningkatkan keimanan kita. Karena "prediksi" Rasulullah Saw terbukti: Ulama - ulama akan mati (pengaruhnya). Dan semoga, kita tak menjasi "pembunuh" ulama dengan cara tak menentangnya. Semoga kita tidak menjadi tukang fitnah, apalagi dengan memfitnah para ulama.

Astaghfirullah...
Wallahualam.

Post a Comment

2 Comments

  1. bagus, semua orang punya kesempatan yang sama. Akan aku liat apakah sang penulis sudi berkunjung ke blogku yang masih newbis
    www.egaliter.co.cc

    liat aja ah. Saya yakin Silaturahmi lebih penting dari sekedar.........

    Mari jalin PEDULI, alangkah indah kita saling mengenal, selanjutnya terserah Anda

    www.egaliter.co.cc

    ReplyDelete
  2. bagus, semua orang punya kesempatan yang sama. Akan aku liat apakah sang penulis sudi berkunjung ke blogku yang masih newbis
    www.egaliter.co.cc

    liat aja ah. Saya yakin Silaturahmi lebih penting dari sekedar.........

    Mari jalin PEDULI, alangkah indah kita saling mengenal, selanjutnya terserah Anda

    www.egaliter.co.cc

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda