Kisah seekor Unta

Alkisah pada jaman dahulu kala , sang unta bisa berbicara dengan manusia. Suatu hari sang unta diajak majikannya pergi mengembara, melintasi gurun-gurun gersang yang sangat panas pada siang hari dan dingin menusuk pada malam hari. Malam itu, sang unta tidur di luar tenda, sedangkan majikannya tidur nyenyak didalam tenda.

Tengah malam, sang unta membangunkan majikannya, dia bilang: ” Tuan, saya kedinginan, ijinkanlah saya menitipkan UJUNG KAKI saya masuk ke dalam tenda”. Sang majikan tidak keberatan, ujung kaki tidak akan mengganggu dia sama sekali.

Satu jam kemudian, sang unta kembali berkata :”Tuan, saya sangat kedinginan, ijinkanlah KAKI DEPAN saya berada dalam tenda agar besok bisa kuat berjalan membawa tuan di atas punggung saya”. ”Benar juga”,pikir si majikan, maka dia kembali memberikan ijinnya.

Satu jam kemudian sang unta berkata:”Hidung saya mulai berair, besok saya akan sakit dan tidak bisa membawa Tuan di atas punggung saya, ijinkanlah KEPALA saya berada dalam tenda, saya rasa besok saya akan kuat kembali.”

Begitulah jam demi jam, hingga akhirnya pada pagi harinya sang unta sedang tidur nyenyak di dalam tenda sedangkan tuannya menggigil kedinginan diluar tenda.

Sahabat,

cerita di atas simple. Menggambarkan pada kita bahwa terkadang untuk mendapatkan sesuatu kita membutuhkan perjuangan. So, sudah sepantasnya untuk bisa menuai sesuatu kita harus berusaha terlebih dahulu. Seperti sebuah istilah “Tak ada makan siang Gratis”.

Sekarang apa saja yang harus kita tanam dalam kehidupan ini? Tentu saja hal-hal yang berguna bagi perkembangan diri kita. Seperti uang, waktu, antusiasme, kreativitas, optimis dll. Semua sumber daya yang dapat mendukung tercapainya tujuan kita adalah hal yang wajib kita tanam dan perjuangkan. Jangan habiskan waktu dan tenaga kita untuk menanam sumber daya yang tidak berguna bagi kehidupan.

Post a Comment

0 Comments