Teknologi yang ternyata Nggak Mendekatkan

Aku dah lama nggak nulis. Kangen banget sama rangkaian kata – kata. Blog ku jadi sepi. Begitu juga dengan notes ku di facebook. Banyak teman yang bertanya kemanakah gerangan si abang sampai sepatah katapun tak bisa ditulis di blognya setiap hari.

Hari ini aku kembali ingin mengulas Teknologi. Tepatnya teknologi yang melenakan.
Demam facebook udah dimana – mana. Flu Babi pun bahkan kalah pamor dengan Facebook. Memang benar teknologi bikin hidup kita jadi mudah. Di facebook misalnya, kita dengan mudah mengetahui kondisi teman kita. Apalagi buat mereka yang nggak bisa berlepas barang satu menit pun dengan facebook.

Memang benar teknologi membuat komunikasi kita yang jauh menjadi semakin dekat. Telepon, sms, email, bahkan video Call membuat semuanya menjadi lebih efektif dan efisien. Tapi, pada tau nggak sih. Karena dengan merasa gampang seperti itu, yang kena imbas tentu SILATURRAHIM.

Masih ingat dulu, ketika ingin berjumpa dengan orang lain kita menghabiskan banyak waktu, energy, bahkan uang untuk sekedar ongkos jalan. Mengirim surat bisa berhari – hari baru sampai ke penerima. Seiring berkembangnya teknologi, kemudian kita tinggal memencet nomor telepon kemudian bisa tersambung baik untuk sekedar say hello atau say everything. Ada juga SMS, MMS, bahkan Video Call yang memungkinkan kita bisa bertatap muka dengan penerima.
Mengirim surat menjadi lebih cepat dengan teknologi email di Internet. Saya masing ingat dulu saat SD, setiap menjelang Lebaran selalu berburu kartu lebaran untuk dikirim ke sahabat pena dan keluarga di sebera pulau Bangka. Sekarang, kita tinggal browsing e-card dan langsung mengirim ke penerima. Ngobrol rame – rame pun bisa dilaksanakan jarak jauh dengan Chatting. Pokoknya benar – benar semakin dimudahkan.

Begitulah efek positifnya. Kalau mau, kapan waktu kita bisa ngirim sms sekalipun tengah malam. Coba kalau ujug – ujug datang ke rumah saudara ato temen tengah malam seperti itu, bisa dibilang mau ngeronda tuh. Heheheh

Mau denger suara juga nggak perlu nyamperin. Tinggal telpon, langsung deh terdengar suara orang yang kita kangeni. Tak ada masalah jarak apakah si doi sedang di luar kota atau bahkan di luar negeri.

Tapi bro en sis, ternyata teknologi bisa mengubah cara pandang mauapun cara kita melakukan sesuatu. Termasuk dalam hal komunikasi social. Seringkali kita merasa “cukup” dengan mengirim sms, email, atau e-card pada sahabat yang sedang berbahagia. Meminta maaf tinggal menelepon saja atau bahkan Cuma sms. Ada teman yang sakit dan nggak sempat menjenguk, kita tinggal kirim sms mohon maaf serta mendoakan dia supaya segera lekas sembuh. Atau yang parahnya, ketika ada teman atau kerabat yang wafat, jangan – jangan kita juga ngirim sms ke yang bersangkutan. Halah!

Hal – hal di atas kecil. Tapi semakin sering dilakukan akan menjadi kebiasaan. Akhirnya cara pandang kita terhadap silturahim pun berubah. Bukan kita tak boleh ber-sms, telepon, atau email. Tapi mohon diingat bahwa facebook, sms, telepon, atau email, dll hanya sebagai sarana untuk mempererat silaturahim. Bukan satu – satunya sarana bersilaturrahim. Kalau bisa menjenguk teman yang sakit, kenapa tak dating menjenguknya? Bukankan dengan bertatap langsung, memegang tangannya sambil mendoakannya lebih melekat dihati. Tapi ketahuilah bahwa seringnya kita bukan tak sempat. Tapi tidak menyempatkan diri. Kalau punya waktu ke rumah kakek nenek, paman bibi, kakak dan ipar, kenapa tak langsung dating sambil membawa buah tangan. Percayalah, mereka pasti akan sangat senang. Bukan hanya lewat telepon, tapi juga bisa mengelus kepala kita sambil mengahturkan doa. Dalem kan?

Post a Comment

3 Comments

  1. dalem bgt mas,,,
    kalo jari ku jempol smua, pasti dah aku acungin smua,,,,

    ReplyDelete
  2. bisa aku jadiin bahan persentasi di kampus niii,,
    biar gak pada takabur, dngn ada nya tekhnologi sbgai sarana, bukan cara utama.

    ReplyDelete
  3. Yups....
    Terima kasih
    Silahkan berbagi dengan teman - temannya ;)

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda