Kawah Ratu : Sebuah Catatan Perjalanan

Sudah lama aku dan teman – teman ngajiku berencana untuk Rihlah (baca : Rekreasi) ke suatu tempat. Bahkan rencana tersebut jauh sudah digulirkan ketika aku bekerja di Jakarta Tahun 2008 lalu. Akhirnya rencana lebih diperjelas lagi Bulan Februari 2009 ini. Dimana sudah difokuskan pada pembahasan tempat mana yang akan kami kunjungi.

Ada yang mengusulkan ke pantai, Puncak, bahkan Naik Gunung. Setelah melalui berbagai pertimbangan hingga voting, akhirnya diputuskan untuk Naik Gunung Salak.

Mengingat waktu luang yang tak banyak, akhirnya 9 Mei dipilih sebagai hari Rihlah. Materi Kultum LQ pun diubah menjadi bertema Survival dan teman – temannya. Mulailah kami semua mempersiapkan segalanya, mulai fisik hingga mental mengingat sebagian besar teman – temanku tak punya basic sebagai Pecinta Alam dan memang belum pernah naik Gunung sebelumnya.

Untuk latihan fisik, kami bersepakat untuk selalu lari pagi minimal 1 kali sepekan di pagi ahad. Lari dari perumahan menuju Komplek Taman Cibodas dan dilanjutkan dengan mengikuti Senam Nusantara bersama kader Partai Keadilan Sejahtera. Lagi – lagi ini tak diikuti sepenuhnya oleh kami semua. Aku saja bolong 1 kali. Bahkan ada yang selama rentang waktu Maret hingga sepekan menjelang keberangkatan tak pernah ikut barang sekali pun.

Untuk persiapan lainnya, kami juga aktif mencari bahan – bahan bacaan terkait Climbing, Survival, dan Keindahan Alam Gunung, khususnya gunung Salak. Sepekan sekali di waktu ngaji, kami membahas lebih intens rencana ini.

Mendekati hari h, makin banyak saja rintangan yang menghadang. Ada yang kemudian punya acara sendiri hari itu sehingga nggak bisa mengikuti rihlah ini. Sebenarnya aku juga ada jadwal lain, yakni nikahan teman serta janjian dengan teman – teman kuliah untuk mengerjakan laporan Praktikum. Tapi berhubung Rihlah ini telah direncanakan jauh – jauh hari, aku memutuskan untuk tidak hadir di walimahan temanku serta tak bersama dengan teman – temanku.

Belum lagi semangat beberapa teman ngajiku yang sudah mulai kendor untuk rihlah ini.

Jadilah kemudian diadakan pertemuan 1 hari menjelang keberangkatan. Tak tanggung – tanggung, Mas Wahyu selaku MR di kelompok ngajiku memimpin pertemuan tersebut.

Alhamdulillah... akhirnya 7 orang dipastikan ikut dalam rihlah. Dua orang lainnya benar – benar berhalangan.... Dan 8 Mei, Perjalanan menuju Kawah Ratu dimulai.

To be continued...

Post a Comment

0 Comments