Bukan Resensi : Mega Film Ketika Cinta Bertasbih


Apa yang sedang rame sekarang ? Yah, selain kampanye para Capres dan Cawapres, ada Manohara Sinosuke, ada juga Ibu Prita, Ambalat, Kasus penyiksaan Siti Khoiriyah, serta kecelakaan Armada tempur tentara yang semakin marak.

Satu lagi, Bisokop di seluruh Indonesia terutama untuk jaringan 21 dan Cinema XXI. Pasalnya, Mega Film Ketika Cinta Bertasbih telah tayang dan menyedot jutaan mata manusia Indonesia.

Jujur saja, setelah melihat kesuksesan Ayat - ayat Cinta (AAC) dan setelah mendengar bahwa KCB akan difilmkan serta akan diadakan audisi, diri ini jadi semangat mendalami seni peran. Hoalah, mulai lebay neh, heheheh. Awalnya memutuskan untuk audisi karakter Furqon. Lho. kenapa nggak Azzam aja Bang? Yah... terlalu tua dan kurang enerjik buatku.

Tapi apa dikata. Harapan hanya tinggal harapan. Mimpi juga tinggal mimpi. Nggak jadi Furqon juga boleh jadi Fadhil. Secara aksen ku kan melayu. Ato Hafez sekalian. Eh..eh... daftar aja nggak, gimana mo ikut audisi?

Maen Film?
Hohohoh, niat sih ada. Cuman ya gitu.... Takut dunia terbelalak menyaksikan diriku berakting disaksikan jutaan mata makhluk di dunia ini.

Oke - oke. Balik ke cerita KCB nya aja.
Jauh hari aku dan teman - teman telah membuat rencana matang untuk menonton KCB dengan mengutus salah seorang dari kami untuk mebeli tiket siang harinya karena di yakini bahwa akan memBludak. Tapi, pelaksanaannya berubah menjelang hari H. Hanya beberapa saja yang memutuskan untuk menonton di Lippo Karawaci. Tak termasuk aku yang pengen banget nonton di Summarecon.

Setengah 5 sudah caw dari kantor di Sunter. Ngebut mania lewat rute baru (Sunter - PRJ - Sawah Besar - Roxy - Daan Mogot) jam setengah 7 akhirnya aku dan Zeal tiba di SMS. Shalat maghrib dan kemudian segera menyambangi Cinema XXI untuk merebut tiket terkahir karena ternyata teman yang ditugaskan memesan tiket malah nggak jadi.

Sedih nian, ketika tinggal selangkah lagi, dua tiket terkahir dibeli oleh orang yang persis di depan kami. Bingung bercampur kesal. Masa harus menunggu Jam 10 malam ? Akhirnya melalui pertimbangan dan perhitungan kami mengejar tayang KCB di Lippo Karawaci yang jadwalnya setengah 10.

Ngebut lagi, dan akhirnya sampai di Bisokop 21 Lippo. Antrian sepi tapi betapa kagetnya kami Studio 1 yang menayangkan KCB telah tutup alias tiketnya habis. Lemah lunglai.... Eitz, ternyata Studio 7 juga menyangkan KCB. Begitu keterangan mba nya. Total 2 studio menayangkan KCB di Lippo. Asyik.... kendati demikian kami masih saja kebagin tiket di barisan K. Artinya hanya beberapa baris dari lokasi terdepan.

Nggak pa pa, demi KCB.
Sembari menunggu, kami sholat Isya di Musholla Al - Ikhlas Lippo yang semakin lebar dan bersih. Kemudian tak ketinggalan menyambangi Gramedia untuk sekedar membaca buku dan mencari referensi hingga pukul 9 malam dan si Satpam mengusir kami yang lagi asyik membaca buku secara Gratis karena Gramedia mo tutup dan karyawannya pada mo balik.

Dag - dig - dug, ketika seudah berada di kursi panas K7, aku begitu juga dengan Zeal dan Asep harap - harap cemas menanti tayangnya film yang dinantikan jutaan pemirsa ini. Trailer Garuda Di Dadaku membuka. Kemudian ada Tarix Jabrix II, dan Kung Fu Kun yang kocak abis. Dan kemudian tiba saatnya Mega Film Ketika Cinta Bertasbih.....

Adegan dibuka dengan kesibukan Azzam membeli bahan baku pembuatan tempe dan bakso di pasar Alexandria, memikul bahan - bahan itu dengan Gagah, serta memasukkannya ke dalam taksi.

Selanjutnya cerita mengalir seperti di dalam Novel.... Persis kendati ada beberapa bagian yang dihilangkan. Tapi tak sebanyak AAC dulu.

Dahsyat!!! itu yang bisa aku ungkapkan buat Film ini. Pantas dan memang seharusnya film dengan bugdet yang sangat besar ini tak membuat orang menyesal menontonnya. Secara, karater semua tokohnya pas sekali. Si Odi (Kholidi) yang meranin Azzam, sangat kebapakan serta berkarakter pemimpin. Apalagi marahnya saat si Wail datang ke Flat mereka.

Ada Oki (Anna Althafunnisa) yang luar biasa smart. Wajahnya yang khas Jawa banget benar - benar pas sebagai ana. Belum lagi tampang berpendidikan serta lugas dan tegas. Wah.. saya benar - benar jatuh cinta. Ups.... sama kemampuannya sebagai pendatang baru di dunia Layar Emas.

Andi Asyril yang glamour juga oke dan cocok sekali dengan karakter furqon. Begitu juga dengan Meyda "HUsna" Safira. Aksen jawa yang medhok, bikin film ini cair. Apalagi iklan di film di bebankan ke dia semua. Heheheh..... Si Indo Alice "Eliana" Norin juga oke. Kendati tampangnya yang rada "serem" dan kurang bersahabat, tapi memang nggak salah tim casting memilih dia untuk menjadi Eliana.

Film KCB ini persis seperti Novelnya. Artinya bahwa setting sebagian besar adalah Mesir. Sedangkan setting Indonesia akan ada di KCB 2 yang Insya Allah akan tayang September nanti.

Saya juga kagum dengan bahasa Arab pemain - pemainnya. Hafez, Fadhil (Lucky Perdana), Cut Mala, Wan Aina, Tiara, Nanang... Keren dan pokoknya. Jadi termotivasi untuk bisa berbahasa Arab. Pesan - pesan spiritual oleh pemainnya juga disampaikan tidak menggurui. Aku sangat ingat ketika Azzam "menceramahi" Fadhil yang berniat melaksanakan aksi nekat "Kawin Lari" dengan Tiara. Subhanallah....

Oya, yang jadi Tiara itu Tika Putri si Queen Bee juga temenny aReva di Perempuan Berkalung Sorban. Wah... jadi laris manis ni Cewe Coffee Bean Show. Akting dia juga bagus.

Scene yang kunantikan pun nggak di potonng. Yups, adegan dimana Fadhil harus bernasyid di depan pernikahan Tiara. Hmmm...speechlees bikin terharu. Wah, seandainya aku yang dipilih oleh Kang Abik dkk untuk menjadi Fadhil, aku akan mendalami karakter ini terutama di bagian ini. Tak lupa pula aku akan latihan vokal dengan keras menyanyikan lagu Aceh, sehingga tak perlu Tim Kreatif mencari penyanyi lain sehingga si Fadhil harus Lipsync.

KCB, hingga hari ini di Lippo Karawaci telah tayang di 3 studio. Luar biasa dahsyat. Om Leo Sutanto tinggal mengeruk keuntungan ribuan kali lipat. Budget besar untuk film ini pun aku yakin akan terbayarkan hanya dengan penjualan tiket 2 hari.

Pak Umang si Sutradara pun pas banget ngasih iklan di filmnya. Ada Credit card Mandiri, BSM, Mobile Banking, dan satu lagi Yamaha Mio. Aku sudah menduga bahwa Yamah aakan muncul di film ini setelah melihat Om Dedy Mizwar dam Om Didi Petet ada di film ini.

Sampe rumah jam 12 malam lebih nggak membuatku lelah, karena telah tergantikan oleh puasnya menonton film ini. Menjadi semakin tak sabar menanti Ketika Cinta Bertasbih 2.
Bocoran : ada Dude dan Asmirandah lho.... Kalo si Asmirandah jadi salah satu calon Istrinya Azzam.

Oya, dia akhir film juga dikasih potongan scene KCB 2.

Ada lagi, Teh Melly memang sangat pantas diacungi 2 jempol untuk Sound Directornya. Apalagi soundtrancknya. Wuih....... Kapan - kapan boleh dong Teh, aku di ajak duet. Nggak dibayar juga nggak pa pa, heheheh.

Okz, sampai jumpa di KCB 2

Post a Comment

0 Comments