Aman Bergaul di Facebook

Sebenernya tulisan ini udah lama pengen dibuat. Jauh sebelum ada kasus si Nova yang rame di forum sebelah. Facebook yang mulai kemaren mengubah tampilannya, memang menjadi fenomenal akhir - akhir ini. Kalo boleh ditanya, siapa sih yang ngga tau sama Facebook. Bahkan operator seluler berlomba - lomba menghadirkan fitur facebook di layanannya maupun di hape bundlingan mereka.


Tentunya, jejaring sosial Facebook punya dampak positif dan negatif. Positifnya yang aku rasakan ya makin banyak tambah temen. Apalagi, aku bisa ketemu (walopun hanya di dunia maya) dengan temen yang udah lama sekali aku ngga bersapa dengannya.

Adalah Nova, anak Sidoarjo yang beberapa hari terakhir menjadi "artis" di dunia maya setelah menghilang (alias diculik) oleh kekasihnya (suami di facebook). Nova hilang tepat saat aku pulang kuliah di seputaran BSD. Pantes aja polisi berkeliaran plus macet total tuh kota Sabtu kemaren. Ditambah lagi Verlita nikah di Christ Cathedral Gading Serpong.


Nova yang sekarang udah balik lagi ke keluarganya itu ternyata dibawa kabur sama Arie, pacar (suaminya di Facebook) selama 3 hari. Dan selama 3 hari itu juga Nova berhubungan badan (alias ML - rada vulgar neh) sama Arie di kediaman orang tua Arie di Serang, Banten. Orang tua Nova yang ngga terima tentu melaporkan Arie ke Polisi.

Tapi menurutku sih sebenernya Arie ngga usah dihukum ama Polisi. Secara, mereka berdua kan melakukannya sama - sama suka. Mending aja dihukum rajam berdua (hehe - sadis lah biar sesuai syariat).

Tragis sekaligus miris lah. Semuanya ternyata bermula dari facebook. Seperti yang ditulis di detik.com, Marietta Nova Triani (14) berkenalan dengan Febriari (18) lewat Facebook. Keduanya intens berkirim pesan sejak 5 bulan lalu. Meski dipisahkan oleh jarak, Nova di Sidoarjo, Jawa Timur, dan Ari di Tangerang, keduanya cukup hangat menjalin hubungan lewat dunia maya. Bahkan, pada tanggal 20 Januari 2010, Ari membuat status 'Married' di akun Facebooknya. Lewat perkenalan di Facebook tersebut, akhirnya Nova dibawa kabur oleh Ari hingga 3 hari saat berkunjung ke Jakarta. 

Terus terang, aku prihatin sama aksi kriminal yang mulai marak berasal dari facebook. Mulai dari penipuan sekelas pishing (hati2 sama grup2 ngga jelas), cewe ato cowo Bispak, sampe kejadian seperti yang dialami Nova dan Arie ini.
Makanya, penggiat kampanye "Be Wise While Online" dalam program Internet Sehat - ICT Watch, Donny BU, menyarankan hal - hal berikut dalam bergaul di Facebook :

1. Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalahgunakan (abused)

2.  Jangan memasang foto-foto diri yang tidak nyaman untuk disebarluaskan. Sebab, meski foto tersebut diposting di akun Facebook pribadi, sama saja dengan menyebarluaskan foto ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda

3. Jangan sembarangan 'add friend' atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah "mutual friends" antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit "mutual friends"-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin berisiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima "pertemanan" yang "mutual friends"-nya cukup banyak.

4. Jangan sembarangan menerima tag photo. Jika ada foto diri yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal foto tersebut tidak layak untuk disebarluaskan, maka langsung saja 'un-taged' foto tersebut.

5. Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian 'impersonation', untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.

Semoga bermanfaat

Post a Comment

0 Comments