Ainun - Habibie dan Cinta Fitri

Seperti yang kuduga, Pagi ini kawasan Kuningan terlebih dekat Patra, Macet Total. Padahal aku sudah berangkat agak siang. Namun strategi ini cukup salah mengingat aku sampe di Kuningan bertepatan dengan kedatangan Pak SBY ke kediaman Pak Habibie.

Ibu Hasri Ainun Habibie, mantan Ibu Negara, telah meninggalkan kita semua Sabtu 22 Mei 2010 kemarin. Dukanya masih sampe di kantorku hingga bendera setengah tiang untuknya dikibarkan oleh para security sejak kemarin. Pagi ini pula topik Apa Kabar Indonesia Pagi yang dipandu Mas Andri dan Mba Indy membahas kepergian Ibu Ainun. Tak tanggung - tanggu live langsung dari kediaman Pak Habibie di Kuningan oleh Mba Rahma dan Mas Rizky.

Aku sendiri ikut berduka atas perginya "separuh nafas" - [pinjem bahasa Mas Anas Urbaningrum] dari Pak Habibie, salah satu Idolaku dari kecil hingga saat ini. Dan pagi tadi lewat layar kaca aku menyaksikan wajah pak Habibie yang sangat kehilangan.

Tadinya sangat aneh ketika tadi malam saat asyik menonton wawancara Teh Tina Talisa dengan Mas Anas, tiba2 channelnya berubah ke SCTV. Kebiasaan temenku yang kepengen nonton sinetron favoritnya "Cinta Fitri". Ternyata Pas Close Title, pemaen2 CF mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya Ibu Ainun.

Aku bertanya - tanya, apa yang membuat kru2 dan artis CF tampak begitu kehilangan atas meninggalnya almarhumah. Selidik - punya selidik ternyata menurut penuturan temen sebelahku si Jeje, yang menonton acara favoritnya Loelebay yang dipandu oleh Melanie Richardo dan Ichsan Akbar ternyata tadi malam diulas ada hubungan kekerabatan apa antara keluarga Pak Habibie dengan Cinta Fitri.

Kisah Cinta Ainun - Habibie tak ubahnya Fitri - Farel. Hohoho... aku sempet ketawa geli. Dan itu terbukti suatu ketika Pak Habibie dan IBu Ainun mengundang artis2 CF bersilaturrahim di rumahnya. Jadilah Ainun - Habibie satu dari sekian banyak fans CF termasuk aku dan temen - temen. Sayangnya kalo aku sendiri cuma bertahan 2 season, karena sejak season 3 ceritanya sudah sangat mengada - ada. Ngga tau kalo sekarang.

Menurut penuturan dari Bintang2 CF, Pak Habibie yang waktu muda lalu sebagai perantauan dari Makassar berusaha meminang Ibu Ainun. Kisah Cintanya sangat berliku ketika Pak Habibie berusaha meyakinkan Ibu Ainun untuk bersedia mendampinginya, hingga akhirnya mereka berdua bisa bersama dalam suka dan duka.

Kesetiaan Ibu Ainun makin dibuktikan saat Pak Habibie menjabat sebagai presiden RI ke-3 dimana saat itu demonstrasi dimana - mana, Ibu Ainun dengan setia menemani beliau. Ingat kata Salah satu Guru, Bos, sekaligus Ayah, Pak Gilang Mahesa, bahwa dibalik seorang Pemimpin yang Bijak, ada seorang wanita yang luar biasa.

48 tahun Ibu Ainun mendampingi Pak Habibie dalam suka dan duka. Hingga kemarin almarhumah meninggal, kekasihnya sangat setia mendampinginya hingga ke pemakaman. Dari penuturan sumber yang diwawancara TVOne tadi pagi, sejak dua bulan di rumah sakit, Pak Habibie nggak sekalipun meninggalkan Ibu Ainun kecuali untk Sholat dan Ibadah. Bahkan, menjelang kepergiannya Pak Habibie dan Ibu Ainun masih sempat melaksanakan Sholat Subuh dan Dzhuhur berjama'ah.
 ...Subhanallah...

Tanpa bermaksud mendahului kehendak yang maha kuasa, di sebelah pusara Ibu Ainun di Kalibata, sudah disiapkan tempat untuk Pak Habibie. Semoga Cinta mereka abadi ^^

Foto: VivaNews & Inilah.com

Post a Comment

0 Comments