Latihan Choir pertama di Studio FARABI

Seperti yang aku duga, pencarian Farabi studio milik Om Dwiki Darmawan harus diikuti muter – muter Kebayoran Baru. Sebenernya aku sangat anti ke daerah kebayoran, blok M, dan Senayan mengingat banyak satu jalur disana yang jikalau salah ambil jalur, apalagi ada jalur khusus mobil, bisa – bisa ditilang pak Polisi.
Aku sudah mengikuti jalur yang ada di Google Maps. Dari kantor ba’da maghrib syukurnya tida begitu Macet di Mampang. Kemacetan baru terasa saat memasuki Jl. Tendean menuju Blok M. Syukurlah setelah melewati Jl. Monginsidi, macet tidak berasa lagi.
Sesuai peta harusnya aku lurus ke Jalan Trunojoyo markas besar Polri sampe ketemu Gedung Asean di Jl. Sisingamangaraja. Namun berhubung tak ada tanda – tanda, di perempatan pertama aku langsung belok. Tak dinyana aku salah jalan karena Masjid Al – Azhar yang harusnya ada di sebelah kanan, tiba – tiba ada di sebelah kiriku. Tanpa Ba-Bi-Bu aku langsung menyimpang ke jalan sebelahnya.
Malu bertanya sesat di jalan, peribahasa yang selalu memotivasiku saat perjalanan kemanapun. Termasuk untuk Latihan Choir ini. Tanya sana sini, akhirnya alhamdulillah jam 7 tepat aku tiba di studio yang bahkan ngga punya plang Nama. Selidik punya selidik ternyata di pagarnya terpampang jelas pahatan bertuliskan “FARABI” hohoho ngga keliatan saat malam hari.
Ini latihan perdanaku dengan teman – teman Action Choir mengingat di jadwal sebelumnya aku ngga bisa hadir karena bentrok dengan UAS. Banyak juga ternyata yang ikutan. Sebagian besar dari UHAMKA Choir sehingga mereka saling kenal. Bermacam – macam tipe suara dan karakter orang aku temukan disini. Rata – rata mengasyikkan…. yah sangat entertain lah teman – temanku ini. Karena aku baru berkenalan dengan mereka, aku dipaksa menyanyikan lagi lagu daerah tapanuli yang aku nyanyikan pas audisi.
Mas Beni, koordinator Choir, seperti biasa selalu dengan “doktrin” nya yang bikin kami semangat menjalani latihan yang tentunya menguras tenaga dan waktu. Apalagi mengejar target harus siap tampil di Bulan Ramadhan. Mas Beni juga yang sangat pro aktif mencarikan pelatih sebagian besar harus dibayar mahal termasuk studio tempat latihan ini.
Seharusnya pelatih kami yang dijadwal bisa hadir malam tadi. Sayang karena sesuatu dan lain hal, Mas Tony yang pernah menjadi Vocal Director Indonesian Idol sekaligus pelatih vokal tim nasyid Snada, tidak bisa hadir.

Namun untunglah ada Mba Citra dari Elfa’s Music yang bersedia membagi ilmunya. Kami pun menjalani latihan bersama beliau. Selain persiapan menyanyi, Mba Citra juga mengajarkan teknik pernafasan yang baik dalam bernyanyi. Sehabis itu, barulah kami warming up sol-mi-sa-si yang diiringi piano Mba Dian.
Menyenangkan sekaligus banyak hal yang bisa kudapatkan saat latihan. Selain ilmu, juga aku bisa berjumpa dan bersahabat dengan banyak orang. Semoga semangat ini terus terjaga sampai nanti.
Untuk rute pulang, syukurnya ada Kang Diyan dari Lensa/ Dhia Nasyid yang sama – sama pulang ke Tangerang hingga aku ngga perlu was – was di jalur pulang. Jam 11 alhamdulillah tiba di rumah dengan selamat.
Sampai jumpa di latihan Choir berikutnya ^^

Post a Comment

0 Comments